Senin, 01 Maret 2010

Akhirnya Aku

Akhirnya Aku


Hatiku gegap gempita
jiwaku terbang melayang
mataku melihat bak bukan mata
telinga mendengar tak layaknya indera

ku kira inilah dia cinta
datang hadiahkan sayang
jiwa tentram terasa
hati tak sanggup berpaling pandang
batin terbayang-bayang
enggan lepaskan terawang

Akhirnya aku
sekian lama berjalan
akhirnya aku
tersandung cinta
bermil-mil petualangan
ujungnya terjerat rasa

aku tak sanggup mengukur
seberapa dalam cinta ini tertanam
seberapa besar rasa ini tumbuh
seberapa jauh sayang ini ku dapat
tak ada yang tahu apa satuannya

aku bak sebingkai puzzle yang tak lengkap
yang hilang sepotong bagian indahnya
kuk temukan engakau
ku yakin dirimulah potongan indah itu
terbersit dalam benakku tuk bertanya
maukah engkau lengkapi aku
diriku tak indah sempurna tanpa dirimu

aku layaknya perahu yang hilang layarnya
sebentar lagi akan ada badai menrjang papan buritan jiwaku
sepertinya aku akan karam
bila tak melaju menuju tepian pantai
tapi apa daya
tiangku tak terikat layar
sesaat impulsku bergerak cepat
pikiranku meraba jauh
berharap
sudikah engkau menjadi layarku
antarkan aku menuju tepian pantai itu
karam aku tanpamu
hanyut aku tiada hadirmu

akhirnya aku
inginkan cinta darimu
ingin engkau sayangi aku
jaga aku dalam lubuk hatimu


Khairul Walad
Keterangan Puisi: puisi ini diambil dari sebuah karangan sahabat saya. Jika anda ingin melihat profilnya di Facebook, langsung saja search dengan nama Carl Walaz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar