Akhirnya Aku
Hatiku gegap gempita
jiwaku terbang melayang
mataku melihat bak bukan mata
telinga mendengar tak layaknya indera
ku kira inilah dia cinta
datang hadiahkan sayang
jiwa tentram terasa
hati tak sanggup berpaling pandang
batin terbayang-bayang
enggan lepaskan terawang
Akhirnya aku
sekian lama berjalan
akhirnya aku
tersandung cinta
bermil-mil petualangan
ujungnya terjerat rasa
aku tak sanggup mengukur
seberapa dalam cinta ini tertanam
seberapa besar rasa ini tumbuh
seberapa jauh sayang ini ku dapat
tak ada yang tahu apa satuannya
aku bak sebingkai puzzle yang tak lengkap
yang hilang sepotong bagian indahnya
kuk temukan engakau
ku yakin dirimulah potongan indah itu
terbersit dalam benakku tuk bertanya
maukah engkau lengkapi aku
diriku tak indah sempurna tanpa dirimu
aku layaknya perahu yang hilang layarnya
sebentar lagi akan ada badai menrjang papan buritan jiwaku
sepertinya aku akan karam
bila tak melaju menuju tepian pantai
tapi apa daya
tiangku tak terikat layar
sesaat impulsku bergerak cepat
pikiranku meraba jauh
berharap
sudikah engkau menjadi layarku
antarkan aku menuju tepian pantai itu
karam aku tanpamu
hanyut aku tiada hadirmu
akhirnya aku
inginkan cinta darimu
ingin engkau sayangi aku
jaga aku dalam lubuk hatimu
Keterangan Puisi: puisi ini diambil dari sebuah karangan sahabat saya. Jika anda ingin melihat profilnya di Facebook, langsung saja search dengan nama Carl Walaz
Khairul Walad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar