Minggu, 28 Februari 2010

Cintaku Duhai Adinda


Cintaku Duhai Adinda

Terpana ku pada hamparan pasir gurun
Memandangmu hilangkan haus
Kau begitu cantik adinda duhai
Merana jika aku tak menyapa mu pagi ini

Bola mata iris mengagumkan alam
Kata manis apa jadi hadiahmu
Ketika semua yang ku puji padamu adalah benar
Tanpa rayu penipu akan manis tampak

Bila dunia tak berinjak untuk mu
Maka biarlah hatiku jadi tempat abadimu
Kan ku ukir nama mu dalam prasasti surga indah
Biar bidadari tahu kecantikanmu

Jangan takut akan kehilangan
Sebab ku memberimu kesucian cinta
Terdalam dari hatiku putih
Telah lama menanti pujaan hati

Bila kata mu terucap iya
Maka sah lah ikatan kita
Demi Tuhan Yang Maha Kuasa
Ikhlas cinta kuberikan untukmu

Yang Selalu di Hati

Ketika itu aku berjalan
Namun beda dengan jalanku sekarang
Kaki kecilku menuju ke udara terkadang
Tanganku diangkat keduanya
Hingga ku rasa
Lembut tangan Ibu
Bijak tangan Ayah
Di pinggir taman kota masa kecil

Sebelum sadar akan dunia
Gembira tak terbelenggu
Peluk ibu dengan sayang
Beri damai pada ku
Peluk ayah dengan cinta
Beri aman pada ku
Itu adalah sebelum ini
Saat keluarga tempat ku berlindung

Dendang lagu terus mengalun
Walau angin datang mengusik
Lantunan itu terus ada
Berlomba dengan langkah kecil tanpa dosa
Seirama enam kaki
Lagu kenangan kala senja

Masih terasa lembut tangan ibu
Masih terasa bijak tangan ayah
Masih damai dalam peluk sayang ibu
Masih aman dalam peluk cinta ayah
Masih berbisik lagu kenangan
Karena yang selalu di hati
Takkan terhempas waktu
Cinta keluarga…

Banda Aceh, 20 Oktober 2009
Muhammad Iqhrammullah


Bila Mengapa


Torehkanlah beribu kepalsuan padanya
Akan terungkap kisah percaya
Bila kau tau sebuah makna
Akan jujur dalam kebohongan

Bila ada nyanyian pada malam
Mengapa ia membisikkan rindu
Mengheningkan asa pembuat sepi
Hinggga kuingat kau jauh dariku

Tak bisakah penghibur menjelmanya
Menurunkan beribu canda pada mulut yang kaku
Karena air mata terus menetes
Walau mimpi masih panjang
Kau menjadi bunga impian
Hanya dalam mimpi . . . .

Tak usah kau hapus air mataku
Ini untuk mengingatmu
Bukti adanya dirimu dalam benakku
Sela tawa pahit darimu

Perlukah ragu menyapamu?
Padahal kau tetap dihatiku
Bila tanya hanya mengapa
Jawablah aku tak tahu
Karena hatiku melampaui kesetiaan



Puisi Malam
Oleh: Iqbal Fahmi

Nyanyian angin malam membisikkan ribuan makna
Kegelapan malam menjadi bait-bait
Dan kesepian menjadi panggungnya
Nyanyian malam, menghiburku...

Membawaku terbang ke angan impian
Malam terasa singkat dengan panggungnya
Menghiburku dengan bait-baitnya
Menyanyi dan menari

Akankah dapat kurasakan angan ini
Keteraturan untuk ketertiban
Dan ketertiban untuk nyanyian
Siapa yang membuatku terpana

Akankah nyanyian malam
Ataukah panggung nyanyian malam
Malam, tak terungkap untuk hati
Dan hati takkan pernah tau rahasia malam

Hanya rasa dan kepercayaan
Jangan ada keraguan di angin malam
Khayalku bersatu dengan alam
Membentuk angan, tak terbayang



Identitas Pengarang:
Nama : Iqbal Fahmi
Alamat : Jl. Sentosa No.8 Kamp. Laksana
Sekolah : SMA N 10 Fajar Harapan