Minggu, 28 Februari 2010


Bila Mengapa


Torehkanlah beribu kepalsuan padanya
Akan terungkap kisah percaya
Bila kau tau sebuah makna
Akan jujur dalam kebohongan

Bila ada nyanyian pada malam
Mengapa ia membisikkan rindu
Mengheningkan asa pembuat sepi
Hinggga kuingat kau jauh dariku

Tak bisakah penghibur menjelmanya
Menurunkan beribu canda pada mulut yang kaku
Karena air mata terus menetes
Walau mimpi masih panjang
Kau menjadi bunga impian
Hanya dalam mimpi . . . .

Tak usah kau hapus air mataku
Ini untuk mengingatmu
Bukti adanya dirimu dalam benakku
Sela tawa pahit darimu

Perlukah ragu menyapamu?
Padahal kau tetap dihatiku
Bila tanya hanya mengapa
Jawablah aku tak tahu
Karena hatiku melampaui kesetiaan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar